Kementan Sertifikasi 2000 Siswa SMK Calon Petani Milenial

Sumber berita: swadayaonline.com

Swadayaonline.com ‘Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki sertifikasi kompetensi bidang pertanian agar memiliki daya saing, sehingga mereka menjadi sumberdaya manusia (SDM) atau calon petani milenial yang unggul dan memiliki jiwa entrepreuner. Hal ini yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian selaku Ketua Lembaga Sertifikasi (LSP) Pertanian Kementan, dalam sambutan tertulisnya pada saat penutupan acara Uji kompetensi bagi 155 orang siswa SMKN 63 Jakarta di Ciganjur, Jakarta Selatan (Selasa, 05/11/2019).

Lebih lanjut disampaikan oleh Bustanul, siswa SMK adalah pemuda milenial yang akan menjadi penetu kemajuan pertanian Indonesia dimasa yang akan datang. Tongkat estafet pertanian ada di pundak generasi muda. Sebagai generasi muda, siswa SMK harus punya inovasi dan ide-ide kreatif yang sangat bermanfaat bagi pembangunan pertanian Indonesia nantinya. Apalagi pemerintah melalui Kementan telah mencanangkan pada tahun 2045 Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia.
“Sebagai generasi muda, jangan pernah takut untuk menjadi petani, image petani yang katanya ndeso, kuno, jauh dari teknologi dan tidak bisa kaya harus dihapus dan diganti dengan menjadi petani itu keren, modern, paham teknologi dan yang pasti bisa kaya serta masa depan terjamin,” tutur Bustanul.

Bustanul kemudian menyampaikan bahwa sertifikasi ini merupakan bentuk pengakuan dari keterampilan atau keahlian yang dimiliki oleh siswa.  Untuk mendapatkan sertifikasi ini ga mudah, karena peserta harus melalui uji kompetensi yang diberikan oleh asesor yang memiliki sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Nasioonal (BNSP). “Pada tahun 2019, Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menargetkan untuk mensertifikasi siswa SMK bidang pertanian sebanyak 2.000 orang siswa, sampai dengan saat ini telah tersertifikasi sebanyak 1.341 orang siswa,” kata Bustanul.

“Jangan jadikan sertifikat ini sebagai penghias kamar atau penghuni tetap laci meja, tapi kalian harus membuktikannya di dunia nyata yaitu dunia pertanian sesungguhnya dan jadilah Petani Milenial untuk Indonesia,” ujar Bustanul dalam akhir sambutan tertulisnya.

Sebelumnya ditempat yang sama, Ketua Tim Asesor, Susilo Budiono bersama anggota asesor lainnya yang berjumlah 14 orang dari LSP Pertanian, Kementan telah mengumumkan dan menyatakan bahwa seluruh peserta uji kompetensi sebanyak 155 orang yang terdiri dari 61 orang untuk Penanam Tanaman Hidroponik, 61 orang untuk Pelaksana Produksi Benih dan 33 orang untuk Pengolah Susu Kedele adalah Kompeten. SY/OKY

Penulis: udin abay